Thursday, November 19, 2015

SAHABAT

sumber gambar : Fb islam itu indah
Sahabat...
Ujian di dunia memang begitu mengiurkan, semuannya terlihat sangat menyenangkan, terlebih untuk kita yang masih relatif MUDA. Sungguh memerlukan PERJUANGAN. 

Sahabat...
Aku tahu engkau lelah dengan semua nasihat-nasihat yang pernah ku berikan, nasihat untuk tetap terus berada di jalan Allah. 

Sahabat...
Mungkin caraku kurang berkenan di hatimu, tetapi percayalah sahabat, aku selalu berpikir bagaimana caranya, cara yang halus untuk menasihati kita semua. Jika ada yang kurang berkenan, maka aku berharap engkau dapat memakluminya. Itu semua karena keterbatasan dan kebodohan diriku saja.

Sahabat...
Jujur, aku tidak ada berharap apapun dari setiap
nasihat yang ku berikan kecuali, kita sama-sama selamat di AKHIRAT nanti, selamat ketika kita di sidang dipengadilan Allah. Hanya itu, tidak lebih, tidak LEBIH.

Sahabat...
Suatu hari nanti, kita pasti akan berterima kasih sekali, karena pernah saling menasihati satu sama lain.

Sahabat...
Jika nanti engkau tidak menemukan aku di SURGA, maka aku memohon kepadamu agar engkau adukan kepada Allah. Adukan agar aku dapat memasuki surga juga bersamamu. Adukan kepada Allah bahwa, aku pernah menasihatimu, pernah mengajarkanmu membaca Al Quran, pernah mengajakmu sholat berjamaah di Masjid. 

Sahabat...
Semoga dengan begitu, Allah angkat aku ke surga-Nya. Semoga engkau dengar dan semoga engkau bersedia sahabat....ku... Yang kucintai karena Allah.

Wednesday, November 18, 2015

Ibadah-ibadah yang disunnahkan saat hujan

sumber gambar : https://capucinnocincau.files.wordpress.com/2014/10/hujan-doa.jpg

Oleh : Dr. Amir Faishol Fath

سُنَنٌ وَقْتَ الْمَطَرِ
Ibadah-ibadah yang disunnahkan saat hujan
هَذِهِ سِتُّ سُنَنٍ قَوْلِيَّةٍ وَفِعْلِيَّةٍ يُسْتَحَبُّ أَدَاؤُهَا عِنْدَ نُزُوْلِ الْمَطَرِ وَأَثْنَاءَ نُزُوْلِهِ وَبَعْدَهُ ، وَحَرِيٌّ بِكُلِّ مُحِبٍّ لِلْخَيْرِ لِنَفْسِهِ أَنْ يَحْرِصَ عَلَيْهَا وَأَنْ يُعَلِّمَهَا لِمَنْ حَوْلَهُ :
Ada 6 amalan sunnah Qauliyah (perkataan) dan sunnah fi’liyah (perbuatan) yang dianjurkan untuk dilakukan saat hujan mulai turun, ketika hujan sedang turun dan juga setelah hujan turun. Dan sangat dianjurkan bagi siapa saja yang menyukai kebaikan untuk dirinya menjaga sunnah-sunnah tersebut dan mengajarkan kepada orang-orang di sekitarnya:
السُّـنَّةُ الْأُوْلَى :
عِنْدَ أَوَّلِ نُزُوْلِ الْمَطَرِ أَنْ تَقُوْلَ : "اَللَّهُمَّ صَيِّـباً نَافِعاً" ، فَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُـوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ: " اَللَّهُمَّ صَيِّـباً نَافِعَاً " رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ .

Amalan sunnah pertama:
Ketika mulai turun hujan anda hendaknya mengucapkan: (Allahumma Shayyiban Naafi’a) “Ya Allah semoga hujan ini mendatangkan manfaat”. Hadits dari ‘Aisyah Ra bahwa Rasulullah Saw dahulu ketika melihat hujan turun Rasulullah mengucapkan “Allahumma Shayyiban Naafi’a” (Ya Allah semoga hujan ini mendatangkan manfaat)
(HR: Imam Bukhari)

السُّـنَّةُ الثَّانِيَةُ :
أَثْنَاءَ نُزُوْلِ الْمَطَرِ أَنْ تَقِفَ تَحْتَ الْمَطَرِ وَتَحْسُرُ عَنْ شَيْءٍ مِنْ مَلَابِسِكَ لِيُصِيْبَ الْمَطَرُ جَسَدَكَ رَجَاءَ الْبَرَكَةِ ، لِحَدِيْثِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ : " أَصَابْنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ فَحَسَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ ، فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا ؟ قَالَ : لِأَنَّهُ حَدِيْثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى " . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .قَالَ النَّوَوِيُّ : " قَوْلُهُ : مَعْنَى حَسَرَ كَشَفَ ، أَيْ كَشَفَ بَعْضَ بَدَنِهِ ، وَمَعْنَى حَدِيْثِ عَهْدٍ بِرَبِّهِ أَيْ بِتَكْوِيْنِ رَبِّهِ إِيَّاهُ ، وَمَعْنَاهُ أَنَّ الْمَطَرَ رَحْمَةٌ وَهِيَ قَرِيْبَةُ الْعَهْدِ بِخَلْقِ اللهِ تَعَالَى لَهَا فَيَتَبَرَّكُ بِهَا ".

Amalan sunnah kedua:
Di tengah-tengah hujan turun hendaknya anda berdiri di bawah hujan lalu anda menyingkap sedikit baju anda agar air hujan mengenai tubuh anda demi mengharapkan keberkahan. Karena hadits Anas Ra dia berkata: “kami bersama Rasulullah kehujanan, lalu Rasulullah membuka bajunya sehingga air hujan membasahinya. Lalu kami bertanya: “wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini?” Rasulullah bersabda: “karena hujan tersebut adalah makhluk baru yang Allah Ta’aalaa ciptakan” (HR: Imam Muslim) Imam Nawawi mengatakan: حَسَرَ artinya menyingkap, maksudnya Rasulullah menyingkap sebagian tubuhnya, sedangkan arti dari حَدِيْثِ عَهْدٍ بِرَبِّهِ maksudnya adalah Allah baru menciptakan hujan tersebut. Maknanya bahwa hujan adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah dan makhluk yang baru saja diciptakan oleh Allah maka Rasulullah ingin mengambil keberkahan melalui air hujan tersebut.
السُّـنَّةُ الثَّالِثَةُ :
أَثْنَاءَ نُزُوْلِ الْمَطَرِ أَنْ تَدْعُوَ اللهَ تَعَالَى وَتَسْأَلَهُ مِنْ خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَإِنَّ ذَلِكَ مَوْضِعُ إِجَابَةٍ لِأَنَّهُ يُوَافِقُ نُزُوْلَ رَحْمَةٍ مِنْ رَحْمَاتِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ،فَفِي الْحَدِيْثِ " ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ : الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ" صَحِيْحُ الْجَامِعِ .

Amalan sunnah ketiga:
Ketika hujan turun hendaknya anda berdoa kepada Allah dan meminta kepada-Nya kebaikan dunia dan akhirat. Karena saat itu adalah waktunya doa diijabah, karena saat itu berbarengan dengan turunnya salah satu rahmat Allah ‘azza wa jalla. Di hadits disebutkan: “ada dua doa yang tidak akan tertolak, Doa ketika adzan, dan (doa) ketika hujan turun. Shahih Jami’
السُّـنَّةُ الرَّابِعَةُ :
بَعْدَ نُزُوْلِ الْمَطَرِ أَنْ تَقُوْلَ :
" مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ "
مَا رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ عَنْ زَيْدٍ بْنِ خَالِدٍ اَلْجُهْنِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ فِي إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلِ، فَلَمَّا اِنْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ، فَقَالَ: ((هَلْ تَدْرُوْنَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟)) قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: ((أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِيْ مُؤْمِنٌ بِيْ وَكاَفِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِيْ كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِيْ مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ)

Amalan sunnah keempat:
Setelah hujan reda hendaknya anda mengucapkan
“kami telah dianugerahi hujan karena karunia dan kasih sayang Allah”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid Al-Juhni Ra dia berkata: Rasulullah Saw mengimami kami Shalat subuh di Hudaibiyah di bawan naungan langit yang hujan pada malam hari itu. Ketika beliau selesai, lalu Rasulullah menghadap ke orang-orang lalu beliau bersabda: “tahukah kalian apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?” para sahabat menjawab: “Allah dan Rasulu-Nya lebih mengetahui. Rasulullah bersabda: “sebagian hamba-hamba-Ku memasuki pagi hari dalam keadaan beriman kepada-Ku dan (sebagian lagi) dalam keadaan kafir Maka siapa saja yang mengucapkan: “kami dianugerahi hujan karena karunia dan rahmat Allah”maka itulah yang beriman kepada-Ku dan tidak percaya dengan bintang-bintang. Adapaun yang mengucapkan: “kami dianugerahi hujan karena bintang ini dan itu” maka itulah yang kufur kepada-Ku dan percaya kepada bintang-bintang.
السَّنَّةُ الْخَامِسَةُ:
إِذَا زَادَتِ الْأَمْطَارُ، وَخِيْفَ مِنْ كَثْرَةِ الْمِيَاهِ، يَقُوْلُ: ((اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ))؛ لِحَدِيْثِ أَنَسٍ اَلْمُتَّفَقُ عَلَيْهِ فِي اسْتِسْقَاءِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَفِيْهِ: "ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ الْبَابِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ الْمُقْبِلَةِ، وَرَسُوْلُ اللهِ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلَكَتِ الْأَمْوَالُ، وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللهَ أَنْ يُمْسِكَهَا، قَالَ: فَرَفَعَ رَسُوْلُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَدَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: ((اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلَا عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ))؛ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Amalan sunnah ke lima:
Ketika hujannya bertambah lebat, dan dikhawatirkan air banjir, hendaknya mengucapkan: “Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, Allahumma ‘alal aakaami wadz dzirabi wa buthunil adwiyati wa manabitis syajari" ) Ya Allah, Hujanilah di sekitar kami, jangan ke atas kami. Ya, Allah, Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan sebagian tanah yang menumbuhkan pepohonan.)
Karena sebuah Hadits Anas diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim saat meminta hujan Nabi Saw berdiri di atas mimbar di hari Jum’at. Dalam hadits tersebut diceritakan: “lalu seorang pria masuk dari pintu itu di hari Jum’at setelahnya, Rasulullah sedang berdiri menyampaikan khutbah. Lalu pria tersebut menghadap Nabi dalam keadaan berdiri, lalu mengatakan: “wahai Rasulullah Harta benda telah habis, jalan-jalan telah terputus, berdoalah pada Allah agar menghentikan hujan, lalu Rasulullah mengangkat kedua tangannya lalu berdoa:
Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, Allahumma ‘alal aakaami wadz dzirabi wa buthunil adwiyati wa manabitis syajari" ) Ya Allah, Hujanilah di sekitar kami, jangan ke atas kami. Ya, Allah, Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan sebagian tanah yang menumbuhkan pepohonan. (muttafaq ‘alaih)
السُّنَّةُ السَّادِسَةُ:
إِذَا عَصَفَتِ الرِّيْحُ، يَقُوْلُ مَا رَوَتْهُ عَائِشَةُ - رَضِيَ اللهُ عَنْهَا - قَالَتْ: "كَانَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إِذَا عَصَفَتِ الرِّيْحُ، قَالَ: ((اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْاَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ))؛ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Amalan sunnah ke enam:
Saat angin bertiup kencang, hendaknya mengucapkan sesuai hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah Ra dia berkata: “dahulu Nabi Saw saat angit bertiup kencang beliau mengucapkan: “ya Allah kami bermohon meminta kebaikan angin ini juga kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-
Mu dari keburukannya, dan keburukan yang ada padanya, dan
keburukan yang dibawanya.” (muttafaq ‘alaih)
هَذِهِ السُّنَنُ السِّتُّ هِيَ مِنْ هَدْيِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - حِيْنَ صَوَارِفِ الشِّتَاءِ، فَيُسْتَحَبُّ لِلْمُسْلِمِ أَنْ يُحْيِيَهَا فِي نَفْسِهِ، وَفِي غَيْرِهِ مِنَ النَّاسِ، وَأَمَّا حِيْنَ الرَّعْدِ، فَلَمْ يَرِدْ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ يَقُوْلُ شَيْئًا، وَالْوَارِدُ عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّه كَانَ إِذَا سَمِعَ الرَّعْدَ، تَرَكَ الْحَدِيْثَ، وَقَالَ: "سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ، وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ"؛ رَوَاهُ مَالِكٌ وَالْبَيْهَقِيُّ، وَصَحَّحَهُ الْأَلْبَانِيُّ "فِي تَخْرِيْجِ الْكَلِمِ الطَّيِّبِ، ص88"، وَهَذَا اللَّفْظُ هُوَ الْمُوَافِقُ لِلْقُرْآنِ فِي قَوْلِهِ - تَعَالَى -: {وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ} [الرعد: 13].
Inilah amalan-amalan sunnah yang merupakan ajaran Nabi Saw di musim-musim dingin. Dianjurkan bagi seorang muslim menghidupkan sunnah ini pada dirinya maupun selainnya. Adapun ketika petir menyambar, tidak ada hadits yang menyebutkan bahwa Nabi Saw mengucapkan sesuatu. Yang ada hanyalah riwayat dari Abdullah bin Zubair bahwa beliau apabila mendengar geluduk dia berhenti bicara lalu mengucapkan : “Maha suci Allah Yang guruh bertasbih memuji-Nya demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya”
Diriwayatkan oleh Imam Malik dan Imam Baihaqi, dishahihkan oleh Imam Al-Nani dalam kitab “takhrij kalamitthayyib” Hal 88. Ucapan ini sesuai dengan Qur’an dalam firman Allah
“dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) Para Malaikat karena takut kepada-Nya,” (QS: Ar-Ra’d: 13)َ أ اِذَا أُصِبْتَ الرَّعْدَ وَالصَّاعِقَةَ يَقُوْلُ عَلَى مَارُوِىَ عَنْ سَالِمٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَمِعَ الرَّعْدَ وَالصَّوَاعِقَ قَالَ: ((اَللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ))
jika anda diliputi oleh guruh dan petir, hendaknya mengatakan sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Salim bin Abdillah dari Ayahnya bahwa Nabi Saw dahulu jika mendengar gemuruh dan petir Nabi mengucapkan :
Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika

ya Allah janganlah Engkau matikan kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau membinasakan kami dengan azab-Mu, selamatkanlah kami sebelum semua itu”

sumber : FB majelis Qurani 

Sunday, November 15, 2015

WASIAT RASULULLAH KEPADA PEREMPUAN

sumber gambar : https://agenbiru.files.wordpress.com/2013/03/wpid-anakberdoa.jpg?w=593
Dari Abdullah Ibn Umar ra. Rasulullah SAW bersabda :
Wahai kaum perempuan, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar (memohon ampun), karena aku melihat lebih banyak perempuan yang menjadi penghuni neraka.

Seorang sahabiyah bertanya : Wahai Rasulullah, kenapa kaum perempuan yang lebih banyak menjadi penghuni neraka ?

Rasulullah saw menjawab :
Kalian banyak mengutuk/menyumpah dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak melihat kurangnya akal dan agama yang lebih menguasai manusia dari kalian.

Sahabiyah itu bertanya lagi : Wahai Rasulullah, apakah maksud kekurangan akal dan agama itu ?

Rasulullah saw menjawab :
Yang dimaksud dengan kurang pada akal adalah karena dua orang saksi perempuan sama dengan seorang saksi laki-laki, ini adalah kekurangan akal. Perempuan menghabisi waktu malamnya tanpa mengerjakan shalat dan tidak puasa di bulan Ramadhan (karena haid), inilah maksud kekurangan pada agama. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa’id ra. Rasulullah SAW bersabda :
Wahai kaum perempuan, jika laki-laki bersujud, palingkanlah mata kalian, jangan sampai kalian melihat aurat laki-laki dari sempitnya pakaian mereka.
(HR. Ahmad)

Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari, hadis no. 369; dan Muslim, hadis no. 114. Hadis sahih, diriwayatkan oleh Ahmad, hadis no. 15011.

via Potret Pribadi Nabi SAW

Saturday, November 7, 2015

Nasib Si Ratu Selfie

sumber gambar : http://editorial.designtaxi.com/news-andymartin260214/1.jpg
Nasib Si Ratu Selfie
================
(sedikit catatan agar kita lebih berhati-hati)
Dia adalah seorang muslimah yang sangat menganggumi kecantikan dirinya. Setiap hari ia selalu bercermin, bergaya didepannya, terus begitu. Dia sungguh sangat kagum dengan kecantikan yang dimilikinya, hingga pada akhirnya ia mencoba untuk mengambil foto dirinya dan menuploadnya di media sosial.

Ketika fotonya telah terpampang jelas di media sosial, teman-temannya pun banyak yang LIKE dan berkomentar memujinya. Kamu cantik, kamu manis dan lain-lain. Tetapi dia tidak sampai di situ. Dia merasa tidak puas dengan puluhan LIKE dari temannya di medsos. Dia kembali berfose dengan manjanya, untuk mendapatkan hasil yang maksimal menurut dirinya.

Awalnya foto yang dia upload masih memakai jilbab, tetapi sekarang dia lepas jilbabnya dan hanya memakai pakaian seadanya. LIKE dan Komenpun datang semakin banyak, puluhan LIKE dan Komen berubah menjadi ratusan LIKE dan Komen. Diapun merasa sangat bangga, setiap laki-laki yang menyanjungnya, dia balas dengan penuh rasa kepuasan. "Ternyata aku memang cantik" tuturnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu, fotonyapun semakin banyak, bahkan sesekali dia upload fotonya di Grup-Grup. Kini dia sangat terkenal di dunia maya, setiap foto yang dia upload selalu mengundang banyak perhatian kaum adam, sehingga banyak sekali permintaan pertemanan menunggu konformasinya.

Tetapi pada suatu hari ternyata usianya tidak panjang, dan dia pun kembali menghadap Allah untuk mempertanggungjawabkan semua yang ia lakukan di dunia.

Dimalam pertama penguburan, salah satu temannya bermimpi bahwa dia sedang disiksa dikubur dan dia meminta tolong agar menghapus semua foto yang pernah dia upload, foto yang mengumbar AURAT, foto yang menarik perhatian kaum adam.

Tetapi apa daya, tidak satupun orang yang mengetahui pasword medsos yang dia punya. Temannyapun hanya bisa pasrah dan terus berdoa untuk kebaikan temanya.

Tidak sampai disitu, Komen dan LIKE terus berdatangan, padahal ia sedang disiksa. Setiap laki-laki yang melihat fotonya, semakin keras siksa yang ia rasakan. Sesalpun tiada arti lagi, semua sudah terjadi, tidak ada yang bisa mengelak dari hukum Allah. :(

Demikian, semoga dapat mengambil PELAJARAN dari cerita ini. Cerita ini hanya sebuah karangan, tetapi di dalamnya ada sedikit kisah nyata yaitu, ketika ada seorang teman yang datang dalam mimpi temannya. :(

Mohon maaf, bukan bermaksud apa-apa, hanya ingin menasihati satu sama lain. Jagalah kemuliaan kita dihapan Allah, jangan sembarangan mengumbar aurat, sebelum penyesalan datang. Sekali lagi MOHON MAAF. :(

Wednesday, November 4, 2015

BAHAYA PACARAN


Untukmu Sahabat...

sumber gambar : https://febriyenni11.files.wordpress.com/2015/06/1431171419581.jpg
Sahabatku, dengarkanlah nasihat diri untuk kita bersama.
Sahabatku, engkau datang, engkau Allah takdirkan bersamaku, menjalani kehidupan, mengisi sekian waktuku di dunia ini berasamamu.

Apakah engkau pernah berpikir? Mengapa Allah takdirkan kita untuk menjadi sahabat? Mengapa? Mengapa?

Tidak mungkin Allah merencanakan sesuatu itu tanpa maksud. Kenapa Allah engkau yang Allah pilih untuk menghisasi kehipan ini? Aku yakin itu bagian dari petunjuk Allah, agar kita senantiasa bisa saling menasihati, saling mengingatkan. Sehingga persahabatan kita nantinya akan menjadi saksi ketika kita di Akhirat nanti.

Memang akan selalu ada hambatan yang akan kita hadapi, tetapi karena persahabatan kita, kita harus yakin bahwa dengan persahabatan itu, kita akan bisa melewati rintangan apapun itu. Karena persahabatan terjalin karena Allah.
Dan aku berharap dari persahabatan itu, Allah masukkan kita ke surga-Nya. Allhuakbar... Semoga engkau dengar SAHABATku.

AMPUNI KAMI YA ALLAH


Semua manusia cepat atau lambat pasti akan mengalami KEMATIAN. Tinggal kita mempersiapkannya dengan baik

Sunday, November 1, 2015

Kiat-kiat Mempersiapkan Kematian yang Indah, Khusnul Khotimah.


1. Taubatan Nasuha(bertaubah sungguh-sungguh) 

2. Sungguh-sungguh Taat Kepada Allah

3. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

4. Segera Lunasi Hutang

5. Hidupkan Sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW diantaranya :
    a. Tahajud
    b. Mentadaburkan Al-Quran
    c. Berjamaah Di Masjid
    d. Sholat Dhuha
    e. Sedekah
    f. Menjaga Wudhu
    g. Terus Berzdikir

(ringkasan tausiyah Ust. Muhammad Arifin Ilham)

MUI Laporkan Ahok ke Polisi

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau akrab disapa Ahok, dilaporkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke Polda...